Tag Archives: bagus

Notebook baru harga < 6jt?

Standard

ngarepin banget punya labtop tapi pas dah di acc nyokap bingung mo milih yang mana, ada yang bilang ini ada yang bilang itu,, yang bagus ini yang bagus itu, puyeng,, pilih yang mana ya?

Waduh aq teramat pusing memilih laptop yang pas untuk mahasiswa kaya gw.. butuh memori besar karna perlu banyak instal program, pengen punya laptop yang ga rentan kerusakan ya nama’a mahasiswa suka grasak-grusuk, spek yang menmdekati lengkap..

pokonya paling bagus dah dari yang terbagus

Tolong Dibantu Ya!!

Cin(T)a

Standard

Cina (Sunny Soon), seorang mahasiswa baru yang belum pernah mengalami kegagalan dalam hidup, sehingga dia yakin bisa mewujudkan impiannya menjadi Gubernur Tapanuli hanya dengan modal iman.

Annisa (Saira Jihan), mahasiswi tingkat akhir 24 tahun yang kuliahnya terhambat karena karirnya di dunia film. Popularitas dan kecantikan membuatnya kesepian, sehingga ia bersahabat dengan jarinya sendiri yang digambari bermuka sedih. Sampai suatu hari datang ‘jari’ lain yang menemani.

Tuhan, karakter yang paling tidak bisa ditebak. Setiap orang merasa mengenal-Nya. Setiap karya seni mencoba untuk menggambarkan-Nya, tapi tidak ada yang benar-benar mampu menggambarkan-Nya.

Tuhan mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai karena mereka memanggil Tuhan dengan nama yang berbeda.

w bru aj nyelesain nih film,, jd pengen buru2 cuarhat di blog. film ini bgus, jrng orng bwt film tentang perbedaan agama yang dibungkus dgn penyampainan yang cukup sederhana tapi berkesan cerdas tp lucu,,ga berat tapi bermakna,acting’a natural.. kadang kita berfikir dan meraasa labih baik atau lebih benar tanpa menyadari kita memiliki perbedaan itu..

menghargai orng itu penting karna tuhan menciptakan kita berbeda
semua ingin dihargai..

nih cuplikan film’a oya sebagai info,, film ini ada banyak kontroversi kalo mau lebih tau lagi mending nonton sendiri,,


Hachiko, Kisah Nyata Seekor Anjing Penunggu

Standard

Film garapan sutradara Lasse Hallstrom ini diilhami dari kisah nyata, sekitar tahun 1920-an, di Tokyo, Jepang. Cara Lasse menggambarkan kisahnya cukup sederhana, tanpa dramatisasi yang berlebihan.hachiko a dog's storyTapi justru disitu kelebihan film berdurasi 90 menit ini, tanpa harus memperlihatkan akting para pemain yang menangis tersedu-sedu, “Hachiko” mampu menyentuh perasaan dan membangkitkan emosi edih para penonton dengan sangat baik.Kalau mau  menonton drama ini, sebaiknya Anda siap-siap tisu yang banyak, karena dijamin film ini akan membuat Anda berlinang air mata dan tersentuh dengan kisahnya.

Sebuah cerita adaptasi dari kisah Jepang tentang anjing yang sangat setia bernama Hachiko. Hachiko sangat istimewa sebagai teman, ia selalu  menemani tuannya ke stasiun kereta api setiap hari dan kembali setiap sore untuk menyambutnya sepulang kerja. Sayangnya suatu hari tuannya berangkat bekerja, meninggal dan tidak pernah kembali ke stasiun. Hachiko dengan setia kembali ke tempat yang sama di kantor polisi keesokan harinya, dan setiap hari selama sembilan tahun untuk menunggu tuannya. Selama kunjungan sehari-hari, Hachiko menyentuh kehidupan banyak orang yang bekerja di dekat daerah itu dan bolak-balik melewati alun-alun kota. Dia mengajarkan masyarakat setempat cinta, kasih sayang dan di atas semua kesetiaan keras hati. Hari ini, sebuah patung perunggu Hachiko duduk di tempat ia biasa menunggu di luar stasiun Shibuya di Jepang sebagai pengingat permanen akan pengabdian dan cinta Hachiko.

Hachiko di usia senja

Spesies Anjing
Ras Akita Inu
Jenis kelamin Jantan
Lahir 10 November 1923
Dekat kota Ōdate, Prefektur Akita
Mati 8 Maret 1935 (umur 12 tahun)
Shibuya, Tokyo
Makam Museum Sains Nasional Jepang di Ueno, Tokyo.
Pemilik Hidesaburō Ueno
Warna Puti

Julukan baginya adalah Hachikō Anjing yang Setia.  Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya telah menjadi salah satu marka tanah di Shibuya. Sewaktu membuat janji untuk bertemu di Shibuya, orang sering berjanji untuk bertemu di depan patung Hachikō.

Patung Hachikō di depan Stasiun Shibuya

F4 di Taiwan, Jepang & Korea: Bagusan Mana?

Standard

Meteor Garden

Meteor Garden

Sebuah manga asal Jepang yang mengisahkan empat cowok kaya, tampan, dan berpengaruh menuai sukses besar setelah difilmkan di tiga Negara Asia. Serial itu diawali oleh Meteor Garden yang diproduksi Taiwan, kemudian diikuti oleh Hana Yori Dango (Boys Over Flower) untuk publik Jepang, dan yang baru saja diputar di Korea adalah Boys Before Flower.

Hana Yori Dango

Hana Yori Dango

Meski diangkat dari komik yang sama, namun ketiganya mempunyai ciri khas masing-masing. Tapi manakah di antara ketiganya yang paling sukses? Kita akan mengupas satu per satu dari ketiga serial tersebut mulai dari segi karakternya, plotnya, fashion-nya, ratingnya hingga mana yang paling mirip dengan komiknya.

Boys Befor Flowers

Boys Befor Flowers

Dari Segi Karakter

Dalam versi Taiwan para tokoh utama dikisahkan sudah kuliah, sementara versi Jepang masih SMA untuk seri pertama dan kemudian masuk Universitas Eitoku. Dalam versi Korea para tokohnya juga masih SMA, namun di episode ke-13 mereka menjadi mahasiswa di Universitas Shinwa.

Dalam versi Taiwan, Shan Cai adalah anak tunggal yang tingal di sebuah rumah kecil. Shan Cai (yang diperankan Barbie Hsu) pura-pura tidak bisa main piano dengan tujuan untuk membuat ibu Dao Ming Si marah, namun sebenarnya dia bisa memainkannya. Ia juga diceritakan tidak menyukai olah raga tertentu dan sudah menjadi murid di sekolah elit.

Dalam versi Jepang, Tsukushi Makino (dimainkan oleh Mao Inoue) memiliki adik laki-laki sama seperti cerita asli komik. Adiknya hobi makan dan Tsukusi tidak bisa bermain piano saat ulang tahun Tsukasa Domyoji. Namun dia pintar memainkan kendama (mainan khas Jepang). Tsukushi diceritakan menyukai olahraga tertentu dan selain itu ia sudah menjadi menjadi murid di sekolah elit yang berisi anak orang kaya.

Kalau dalam versi Korea dikisahkan Geum Jan Di (Koo Hye Sun) memiliki adik laki-laki dan mempunyai hobi browsing Internet. Jan Di bisa bernyanyi dengan baik. Ia juga ahli dalam olah raga renang dan mendapat beasiswa dari sekolah Shinwa, karena menyelamatkan seorang siswa yang ingin loncat bunuh diri dari gedung sekolah.

Kemudian bagaimana dengan para tokoh utama yang pria? Karakter Tsukasa Domoyoji dalam komik diceritakan keras kepala, egois, dan manja. Dalam Boys Before Flower (versi Korea) Goo Jun Pyo (Lee Min Ho) adalah karakter yang dianggap paling tidak terlalu kasar dan keras seperti Dao Ming Si (Jerry Yan) ataupun Tsukasa Domyoji (Jun Matsumoto). Jun Pyo tidak pernah melayangkan pukulannya ke Jan Di. Dia hanya sebatas membanting barang atau memukul temannya yang dianggap keterlaluan. Jun Pyo terkesan lebih humoris. Sementara Ming Si kadang memukul San Chai dan Tsukasa kerap memukul banyak orang. Di antara ketiga karakter ini, Dao Ming Si adalah sosok yang paling garang. Sosok Jerry Yan dianggap paling berhasil menghidupkan sifat Tsukasa yang galak.

Sementara 3 personil F 4 yang lain seperti Rui Hanazawa, di Taiwan diperankan oleh Vic Zhou alias Zai Zai yang memerankan Hua Ze Lei. Di Jepang tokoh Rui Hanazawa diperankan oleh Shun Ogori, sedangkan di Korea ada tokoh Yoon Ji Ho yang dilakoni oleh Kim Hyun Joong. Peran Yoon Ji Hoo diceritakan menjadi karakter penting dalam kehidupan Jan Di Di Boys Befor Flowers (BBF). Sementara dalam versi Taiwan dan Jepang peran Hua Ze Lei dan Rui lebih banyak menjadi saingan cinta Dao Min Si dan Tsukasa. Dalam versi Taiwan, perasaan Hua Ze Lei kepada San Chai diceritakan hanya samar-samar, tidak jelas apakah ia jatuh cinta atau tidak. Tapi dalam versi Korea Ji Hoo jatuh cinta dan mengakui perasaannya kepada Jan Di secara langsung.

Kemudian ada Sojirou Nishikado yang dalam versi Jepang diperankan oleh Shota Matsuda. Baik dalam versi Taiwan dan Jepang, hubungan cinta antara Xi Men (Ken Zu) dan Sojirou dengan teman baik San Chai dan Tsukushi (Xi Men dan Xiao You) , serta Sojirou dan Yuuki hanya dibuat sebagai bumbu cerita di samping kisah cinta segitiga tokoh utama. Sementara dalam versi Korea, hubungan So Yi Jung (Kim Bum) dan Chu Ga Eul (Kim So Eun) dijadikan ikut berkembang secara intensif di sepanjang cerita. Hubungan mereka berdua juga dibuat plot tersendiri oleh sutradara.

Cowok keempat dalam F4 adalah Akira Mimasaka (Tsuyoshi Abe). Akira disebut sebagai anggota F4 termuda versi Jepang. Namun dalam versi Taiwan, usia Mei Zuo (Vannes Wu) tidak dijelaskan detil, karena plot cerita lebih mengutamakan hubungan cinta segitiga Dao Ming Si, San Chai, dan Hua Ze Lei. Sementara dalam versi Korea, Song Woo Bin (Kim Joon) dikisahkan berusia paling tua. Selain itu keluarga Woo Bin tidak diceritakan karena ia hanya tertarik pada wanita dewasa saja, bukan gadis-gadis sekolah.